Selasa, 17 Juni 2014

Sinopsis Novel "Dian yang Tak Kunjung Padam" dan "Layar Terkembang" Karya Sutan Takdir Alisyahbana

Dian yang Tak Kunjung Padam
(Sutan Takdir Alisyahbana)
Suatu hari, Yasin seorang pemuda yatim yang miskin secara kebetulana bertemu dengan seorang gadis cantik, putri seorang bangsawan Palembang. Pada saat itu, gadis cantik yang bernama Molek itu sedang bersantai di dekat sungai. Si cantik itu jatuh cinta kepada yasin, demikian pula Yasin. Namun hubungan cinta mereka tidak mungkin dapat diwujudkan karena perbedaan status sosial mereka yang mencolok.
Baik Yasin ataupun Molek sama-sama menyadari akan kenyataan itu, namun cinta kasih mereka yang selalu bergejolak itu mengabaikan kenyataan. Itulah sebabnya cinta mereka dilangsungkan melalui surat. Semua kerinduan mereka tumbuh dalam kertas.
Pada suatu hari, Yasin bertekad untuk mengakhiri hubungan percintaan mereka yang selalu dilakukan secara sembunyi-sembunyi itu. Yasin dan keluarganya  hendak pergi ke rumah Molek dengan niat untuk melamar. Namun kedatangan mereka ditolak oleh keluarga Molek, bahkan mereka dihina dan disindir.
Tak lama kemudian keluarga Molek didatangi oleh Sayed, saudagar tua yang kaya raya yang berniat melamar Molek. Orang tua Molek menyetujui lamaran tersebut. Perkawinannya terjadi, namun kebahagiaan tidak ada di hati Molek. Perlakuan Sayed terhadap Molek begitu kasar. Itulah sebabnya Molek selalu menceritakan segala isi hatinya dan kerinduannya kepada Yasin melalui surat.
Ketika mengetahui Molek dalam keadaan yang menderita, Yasin mencoba menemui Molek di Palembang dengan menyamar menjadi tukang nanas. Usahanya pun berhasil, dia bertemu dengan Molek, namun pertemuan itu merupakan pertemuan terakhir mereka, karena Molek meninggal dunia.
Setelah kematian kekasihnya, Yasin kembali ke desanya. Tak lama kemudian ibunya meninggal dunia. Semua musibah yang menimpanya membuat lelaki itu memilih hidup menyepi di lereng gunung Semeru dan ia pun meninggal dunia di gunung itu.

Layar Terkembang
( Sutan Takdir Alisyahbana)
Raden Wiraatmadja memiliki dua orang anak gadis yang sifatnya sangat berbeda, yaitu Tuti dan Maria. Anak pertamanya, Tuti adalah seorang gadis pembawaanya selalu serius sehinga gadis itu cenderung pendiam. Namun ia sangat berpendirian, teguh dan aktif dalam berbagai organisasi wanita. Anak keduanya adalah Maria. Ia memiliki sifat yang lincah, sangat periang dan bicaranya ceplas ceplos. A sangat mudah bergaul dan hidupnya penuh keceriaan.
Pada suatu sore di pasar ikan, ketika kedua kakak beradik itu jalan-jalan, mereka berkenalan dengan Yusuf, seorang mahasiswa kedokteran. Sejak pertemuan pertamanya, Yusuf selalu membayangkan Maria, ia nyaman berada dekat Maria.
Takdir mempertemukan Yusuf dan Maria kembali, dan mereka sepakat menjalin hubungan cinta kasih. Sebenarnya Tuti ingin menjalin hubungan cinta sama seperti Maria, namun Tuti disibukan dengan berbagai kegiatan organisasi, sehingga dia sedikit melupakan angan-angannya.
Pada suatu hari keluarga Raden Wiraatmadja dikejutkan oleh hasil diagnosis dokter yang menyatakan bahwa Maria menderita TBC. Semakin hari kondisi Maria semakin melemah, tak lama kemudian Maria meninggal dunia. Sebelum ia meninggal dunia, ia meminta Yusuf untuk menerima Tuti sebagai penggantinya.
Setelah Maria meninggal dunia, Tuti dan Yusuf menjalin hubungan kasih. Mereka pun sepakat untuk menikah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar